WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru menyesuaikan kegiatan belajar siswa.

Jam pembelajaran diubah dan aktivitas siswa di luar ruangan sementara dihentikan untuk menyesuaikan kondisi kabut asap.

Kepala SRT 9 Banjarbaru Rifki Hakim mengatakan pembelajaran kini berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga 15.00 Wita.

“Sementara aktivitas luar ruangan kita hentikan dulu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga: Diajari Permainan Tradisional, 125 Siswa SRT 9 Banjarbaru Jajal Balogo hingga Bagasing

Baca juga: Jadi Ruang Pemulihan Korban Narkoba, Family Support Group di Danau Seran Banjarbaru

Penyesuaian juga diterapkan terhadap kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) siswa.

Rifki menyebut ekskul yang dapat dilakukan di dalam ruangan ber-AC masih tetap berjalan.

“Tapi untuk yang sifatnya di luar, kami batasi untuk tidak dilaksanakan atau sambil melihat kondisi cuacanya,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, pihak sekolah juga memantau kesehatan para siswa.

Rifki mengatakan, sejauh ini terdapat beberapa siswa yang mengalami batuk dan pilek.

”Bersama perawat dari Balai BPPKS kami terus pantau kondisi para siswa selama kabut asap masih menyelimuti Banjarbaru dan sekitarnya,” jelasnya. 

Sementara itu, kondisi kabut asap yang terjadi di tengah masih tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banjarbaru.

Data Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat 977 kasus ISPA pada minggu ke-33.

Secara kumulatif hingga 23 Agustus 2026, kasus ISPA di Banjarbaru mencapai 22.327 kasus. (wartabanjar.com)