Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Dominasi Udara Kabur Akibat Karhutla
WARTABANJAR.COM - Prakiraan cuaca Kalimantan Selatan pagi ini didominasi udara kabur pada pagi hari, Sabtu (19/9/2026).
Udara kabur diprediksi melanda di 11 kabupaten kota, kecuali daerah pesisir Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
Sebagai informasi udara kabur adalah istilah dalam prakiraan cuaca dari BMKG yang merujuk pada kondisi menurunnya jarak pandang akibat partikel tertentu di udara.
Di Kalsel, udara kabur disebabkan kabut asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Berdasarkan data meteorologi, jarak pandang pada kondisi udara kabur berkisar antara 1 sampai 5 kilometer.
Langit atau suasana sekitar terlihat kurang jernih atau agak berbayang.
Pada siang hari, cuaca wilayah Kalsel diprediksi cerah.
Baca Juga Tiga Jenazah Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Diidentifikasi, Arus Laut Jawa Mulai Tenang
Baca Juga Penyelam TNI AL Angkat Sejumlah Jenazah dari Bangkai Kapal Virgo di Kedalaman 24 Meter
Kemudian pada malam hari cuaca Kalsel diprediksi cerah berawan.
Adapun suhu maksimum hari ini mencapai 35 derajat celcius.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal September 2026 secara umum didominasi oleh kondisi cuaca panas dan kering seiring puncak musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan pantauan BMKG), suhu udara pada siang hari terasa cukup terik dengan suhu maksimum di beberapa daerah bisa mencapai 34°C hingga 36°C
Sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meskipun didominasi cuaca kering, potensi hujan ringan atau lokal tetap ada di sebagian kecil wilayah Indonesia
Secara umum, curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 mm/dasarian.
Curah hujan rendah (<50 mm/dasarian) masih mendominasi banyak wilayah Indonesia, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.