WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemulihan korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya membutuhkan proses rehabilitasi, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sosial.

Hal itu menjadi fokus kegiatan Family Support Group (FSG) yang digelar di kawasan Danau Seran, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak 27 hingga 30 Agustus 2026 tersebut digelar oleh IPWL Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba/YPR Kobra melalui berbagai kegiatan, mulai dari outing, edukasi, koordinasi bersama keluarga hingga pemantauan kondisi keluarga dan klien.

Ketua IPWL Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba/YPR Kobra, Ardian, mengatakan FSG menjadi bagian penting dalam membangun kembali hubungan emosional antara klien yang menjalani rehabilitasi dengan keluarganya.

“FSG itu bagian dari membentuk hubungan emosional terhadap klien narkoba dan keluarga, membentuk status sosial dan moral yang baru,” ujar Ardian.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemulihan individu, tetapi juga memperkuat peran keluarga sebagai sistem pendukung setelah klien menyelesaikan masa rehabilitasi.

Baca Juga Perampokan Terekam CCTV di Binjai Pirua HST, Pelaku Todongkan Sajam

Baca Juga 11 Fasilitas Wisata Pagat Batu Benawa HST Bakal Direhabilitasi, Akses Kendaraan Disiapkan

Salah satu kegiatan yang memiliki makna emosional adalah tradisi pencucian kaki orang tua.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi klien yang selama menjalani rehabilitasi tidak banyak bertemu keluarga untuk meminta maaf sekaligus memohon doa dan restu.

“Kita punya tradisi pencucian kaki orang tua untuk klien kami yang mungkin dalam beberapa waktu tidak bertemu dengan keluarga. Kita kasih kesempatan dia untuk meminta maaf atau setidaknya meminta berkah dari keluarganya,” jelas Ardian.

Salah satu peserta, Ahmad Rizky Suliyah, warga Banjarmasin, turut membagikan pengalaman setelah menjalani rehabilitasi selama lima bulan.

Ia mengaku mendapatkan banyak perubahan, terutama dalam memahami bahaya narkoba dan pentingnya keluarga.

“Alhamdulillah bisa berubah. Saya banyak mengetahui tentang bahaya narkoba dan pentingnya keluarga. Saya dulu sering meninggalkan keluarga,” ungkap Ahmad.