Dinas PUPR Kalsel Pompa Air 24 Jam untuk Penanganan Karhutla Ring 1 Bandara Syamsudin Noor
“Kendalanya biasanya pagi karena terjadi pasang surut, debit air berkurang. Kalau sudah menjelang siang debit air lumayan naik,” ujarnya.
Embung Jokowi memiliki peran penting dalam mendukung operasi penanganan karhutla di sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Menurut Herry, tanpa suplai dari sistem irigasi, embung tersebut memiliki keterbatasan air.
Melalui kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, air irigasi dipompa untuk mengisi embung sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air, termasuk mendukung pengambilan air oleh helikopter pemadam.
Embung tersebut memiliki luas sekitar 3,9 hektare dengan kedalaman rata-rata saat ini sekitar dua meter.
Kedalaman awal embung ketika dibangun sekitar empat meter, namun mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Untuk mengatasi sedimentasi, Dinas PUPR juga melakukan pengerukan menggunakan alat long arm ponton, agar kapasitas tampungan dan akses pengambilan air dapat kembali dioptimalkan.
Herry mengatakan, Embung Jokowi juga berfungsi mendukung distribusi air menuju sejumlah kawasan, termasuk Tegal Arum dan Jalan Sempati.
“Air sudah sampai ke Sempati dan Tegal Arum. Ini membantu menjaga kawasan tetap basah,” jelasnya.
Selain Guntung Damar, Dinas PUPR Provinsi Kalsel juga melakukan dukungan suplai air untuk kawasan hutan lindung.
Sebelumnya, Dinas PU telah memiliki jaringan pipa HDPE yang mengambil air dari sistem irigasi Riam Kanan.
Namun, memasuki puncak musim kemarau, debit air berkurang sehingga suplai menuju kawasan hutan lindung tidak maksimal.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas PU memanfaatkan saluran pembuang primer Ulin yang masih memiliki debit air cukup.
Air kemudian dipompa menggunakan pompa berkapasitas besar menuju kawasan hutan lindung.
Selain itu, dukungan tambahan juga dilakukan menggunakan sejumlah unit mesin dumping dan pompa apung.
Menurut Herry, pasokan air ke kawasan hutan lindung saat ini sudah cukup, sementara tim terus membangun jalur distribusi melalui kanal dan tabat secara bertahap.
Untuk memastikan sistem suplai air berjalan, Dinas PUPR Provinsi Kalsel juga mengerahkan lebih dari 50 personel, yang bekerja dalam beberapa shift.