Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Masyarakat Tanta Tabalong Laksanakan Salat Istisqa
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Merasakan dampak dari kemarau panjang seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon hujan di halaman kantor camat, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang digelar pemerintah kecamatan tersebut juga diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), kepala desa se-Tanta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tabalong dan Kantor Urusan Agama (KUA) Tanta.
Baca juga: Klaim Jaminan Sosial Pekerja Rentan di Tabalong Capai Rp3,6 Miliar, 90 Kasus Kematian
Baca juga: Tawas Jaa Digelar, Masyarakat Dayak Deah Desa Kaong Pertahankan Tradisi Leluhur
"Kami berharap dengan kegiatan ini tidak lama lagi hujan sehingga kemarau panjang dan kekeringan bisa segera berakhir , baik di Tanta maupun di Tabalong," kata Camat Tanta Rofiq Azzidin.
Selain persoalan kekeringan, kemarau panjang juga meningkatkan risiko karhutla.
Sejumlah desa seperti Pulau Ku'u, Walangkir, Pamarangan Kanan dan Desa Tamiang telah mengalami kekeringan dan karhutla.
Penanganan dampak kemarau dan karhutla dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.
Pemerintah kecamatan melibatkan Polsek, Koramil serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Kami juga berterima kasih kepada seluruh bagian yang sudah ikut serta dalam penanganan kekeringan dan karhutla," ujar Rofiq.
Camat Tanta menambahkan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan tindak lanjut arahan Bupati Muhammad Noor Rifani.
"Kami dimintakan bersama Forkopimca dan seluruh jajaran untuk melaksanakan Salat Istisqa," ujar Rofiq.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Tabalong yang religius sebagaimana visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabalong.(wartabanjar.com)