Petani Maluka Baulin Tanah Laut Buktikan Mampu Panen Dua Kali dan Bebas Gagal Meski Kemarau
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Di tengah kekhawatiran ancaman musim kemarau yang membayangi ratusan hektare lahan pertanian di 11 kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut, hingga berpotensi mengalami gagal panen, kondisi berbeda justru dirasakan para petani di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (27/08/2026).
Ketika sebagian besar lahan pertanian yang masih mengandalkan varietas padi lokal (padi tahunan) terancam kekeringan karena masa tanam yang panjang, kawasan pertanian di Desa Maluka Baulin justru berhasil mengamankan dua kali panen melimpah berkat penerapan pola tanam Indeks Pertanaman (IP) 200, menggunakan benih varietas unggul umur pendek.
Ketua Gapoktan Tunas Harapan sekaligus Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan Desa Maluka Baulin, Mulyadi, mengungkapkan alih varietas benih ini menjadi kunci utama keberhasilan petani setempat dalam mengantisipasi risiko kemarau.
"Kelebihannya padi unggul itu pertama hasil lebih banyak. Kalau padi lokal kan misalkan satu hektare itu paling dapat dua ton setengah, kalau unggul bisa lima ton lebih lah," kata Mulyadi.
Ia menceritakan bahwa modernisasi pertanian di Desa Maluka Baulin diawali dari bantuan alat mesin pertanian pada belasan tahun lalu, yang memicu kesadaran petani setempat untuk memangkas ketergantungan pada pola tanam tradisional.
"Mulai 2008 kita usulkan program PNPM beli traktor tiga unit. Nah, di saat itu kan tak pakai tajak lagi nih, timbullah semangat orang nanam padi unggul," ujar Mulyadi.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla, Polres Tanah Laut Gelar Bakti Kesehatan Gratis
Sejak pengenalan mekanisasi tersebut, kesadaran petani terus tumbuh hingga seluruh kawasan pertanian Desa Maluka Baulin beralih, dari padi lokal ke varietas unggul umur pendek secara menyeluruh.
"Tahun 2014 alhamdulillah lokasi tempat kita sudah merata tanam unggul dua kali setahun," tutur pria yang juga menjabat Ketua RT 2 tersebut.