WARTABANJAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kualitas udara Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan masuk kategori berbahaya, Jumat (28/8/2026). 

Kualitas udara yang menurun akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti Kota Banjarbaru. 

Berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi partikulat PM2.5 di Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan pada 28 Agustus 2026, konsentrasi PM2.5 selama pukul 00.00-02.00 WITA umumnya berada pada kategori Sedang. 

Namun terjadi lonjakan konsentrasi PM2.5 mulai 03.00- 09.00 WITA, dengan konsentrasi tertinggi terjadi pada pukul 09.00 WITA yaitu 356,7 g/m, yang termasuk kategori berbahaya.

Berikut imbauan bagi warga Banjarbaru dan sekitarnya:

- Batasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

- Wajib menggunakan masker medis (N95/ KN95) jika harus beraktivitas di luar.

Baca Juga Sempat Pingsan Usai Padamkan Karhutla, Relawan Tim Serbu Api Palangkaraya Meninggal

Baca JugaPolres Banjarbaru Dalami Penyebab Karhutla di Jalur Menuju Bandara Syamsudin Noor

- Jaga imunitas tubuh dan tingkatkan pola hidup sehat.

- Dilarang keras melakukan pembakaran hutan dan lahan. 

Kualitas udara ini akan berdampak pada kesehatan : 

Gangguan pernapasan: 

Menyebabkan batuk, sesak napas, dan dada terasa berat.

Kambuhnya penyakit kronis: 

Memicu serangan asma dan peradangan pada saluran pernapasan.

Infeksi paru: 

Meningkatkan risiko infeksi seperti pneumonia, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Iritasi: 

Menyebabkan mata perih, hidung berair, dan tenggorokan gatal. (Wartabanjar.com)