WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kabut asap tebal menyelimuti kawasan Pengayuan, Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026) 

Dari video yang diterima wartabanjar.com, kawasan jalan akses Banjarbaru-Tanahlaut ini tertutup oleh kabut asap tebal akibat kebakaran lahan dan hutan. 

Akibatnya jarak pandang pengendara terbatas. 

Hanya terlihat cahaya lampu jalan yang memancar. 

Pengendara sepeda motor maupun mobil harus menurunkan kecepatannya dan menyalakan lampu utama.

Kondisi ini terjadi sekitar pukul 05.30 WITA. 

Baca Juga Sempat Pingsan Usai Padamkan Karhutla, Relawan Tim Serbu Api Palangkaraya Meninggal

Baca JugaPolres Banjarbaru Dalami Penyebab Karhutla di Jalur Menuju Bandara Syamsudin Noor

Sebelumnya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha menyebut telah menurunkan kurang lebih 350 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakandalam penanganan karhutla. 

”Ratusan personel ini dibagi dalam tiga shift nantinya,” ucap Kapolda. 

Polda Kalsel turut membuka beberapa posko di sekitaran Pengayuan, adapun 900 hektare lahan yang ada, ujar Kapolda merupakan tanggung jawab semua pihak. 

Polda Kalsel turut memanfaatkan kolam bioflok untuk pengisian air guna pemadaman karhutla. 

Setidaknya ada enam bioflok yang dimanfaatkan, satu kolam diketahui memiliki kapasitas hingga 12.000 liter. 

”Jadi, dimana ada diperlukan kolam untuk mengisi air, kita bisa pindah kesana, jadi untuk percepatan pemadaman dan airnya juga tersedia,” jelasnya. 

Sistem estafet juga menjadi salah satu solusi pemadaman, air yang ada akan diisi melalui bioflok, proses pemadaman akan dilakukan estafet mendekati titik-titik api. 

Kendati demikian, jumlah bioflok yang ada dianggap masih belum mumpuni dengan kondisi saat ini. 

”Sesuai arahan Pak Wamenko, ini terus akan kita perbanyak, hitungan Pak Wamenko kita perlu kurang lebih 144 unit,” pungkasnya. (wartabanjar.com)