Dalam materi tersebut, Murtir Jeddawi menjelaskan visi pembangunan Tanah Bumbu 2025–2029, yaitu “BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab melalui Penguatan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.”

Visi tersebut dijalankan melalui sejumlah misi, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, penguatan pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan UMKM dan industri unggulan, pembangunan infrastruktur, pembangunan desa berkelanjutan, pelestarian budaya, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.

Materi juga menyoroti tantangan ASN dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. ASN dituntut memiliki kompetensi, karakter, profesionalisme, integritas, serta kemampuan menjalankan perannya sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pembangunan daerah, koordinasi antarpemangku kepentingan, ketersediaan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya, iklim usaha yang kondusif, serta peningkatan kapasitas SDM menjadi sejumlah faktor penting yang perlu diperkuat.

Murtir Jeddawi juga menjelaskan pentingnya paradigma governance, yang menempatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan. Kolaborasi ketiganya perlu dibangun melalui transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.

Arah tersebut selaras dengan tujuan RPJMD Tanah Bumbu 2025–2029, yang mencakup tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital, peningkatan kualitas SDM, pemerataan infrastruktur, kemandirian desa, ketangguhan terhadap bencana dan perubahan iklim, serta penguatan perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan PKA Angkatan V Tahun 2026 diikuti 38 Pejabat Administrator atau pejabat struktural eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. (Wartabanjar.com/*)