Kandang Ayam di Buluan HST Terbakar, Begini Kondisi Rumah Warga
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kobaran api membakar sebuah kandang ayam milik warga di Desa Buluan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026) malam.
Api muncul sekitar pukul 20.54 Wita itu menghanguskan seluruh bangunan kandang yang terbuat dari kayu.
Meski bangunan ludes terbakar, rumah warga di sekitar lokasi tetap aman.
Jarak kandang dengan permukiman yang cukup jauh serta keberadaan kolam di sekitar lokasi membantu petugas dan relawan mengendalikan api agar tidak merembet.
Relawan BPK Radar, Ijab, mengatakan jarak antara kandang dengan rumah warga diperkirakan sekitar 50 hingga 100 meter.
“Jarak kandang dengan rumah warga lumayan jauh, sekitar 50 sampai 100 meter. Di sekitar lokasi juga ada kolam, jadi cukup membantu saat pemadaman,” ujar Ijab.
Saat kejadian, kandang tersebut juga sudah tidak berisi ayam.
Baca Juga Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit Pascabentrok dengan Polisi di Depan DPRD Kalsel
Baca Juga Jari Kasatlantas Polresta Palangka Raya Patah, Perwira Polsek Pahandut Diperiksa Polda Kalteng
Menurut informasi yang diterima, ayam yang sebelumnya dipelihara di kandang tersebut telah dipanen beberapa hari sebelum kebakaran dan sudah dijual.
Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinor, membenarkan adanya kebakaran bangunan tersebut.
Fitriadinor mengatakan bangunan kandang milik Mega Juli Suriansyah itu mengalami kerusakan hingga 100 persen.
“Kebakaran menghanguskan satu bangunan kandang ayam milik warga. Kondisi bangunan mengalami kerusakan 100 persen,” katanya.
Petugas gabungan bersama relawan kemudian melakukan penanganan di lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya.
“Setelah dilakukan penanganan sekitar satu jam lebih, api sudah dinyatakan padam,” ujar Fitriadinor.
Dalam penanganan tersebut, TRC BPBD HST dibantu TAGANA, TNI, Polri, BPK/PMK, relawan, aparat desa dan masyarakat setempat.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Nilai kerugian akibat kejadian tersebut juga masih dalam proses pendataan. (wartabanjar.com)