Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit Pascabentrok dengan Polisi di Depan DPRD Kalsel
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Seorang peserta unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan (BEM se-Kalsel) terpaksa dilarikan ke rumah sakit pascabentrok dengan polisi di depan Gedung DPRD provinsi Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kamis (20/8/2026).
Demonstrasi menuntut penyelesaian sejumlah masalah seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), antrean panjang pembeliaan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum dan kerap padamnya listrik PLN awalnya berlangsung kondusif.
Mahasiswa berdialog dengan sejumlah pejabat perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, DPRD, PLN dan Pertamina.
Mereka duduk di ruas jalan depan gedung DPRD Kalsel.
Beberapa poin tuntutan terkait masalah penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, antrian panjang BBM, hingga listrik padam PLN, dibacakan perwakilan BEM se-Kalsel.
Baca juga: Rugi Jutaan karena Setop Berjualan Online Akibat Listrik Padam, Acil Mila Ikut Demo BEM se-Kalsel
Baca juga: Mahasiswa-Polisi Saling Dorong, BEM Se-Kalsel Tuntut DPRD Pecat Gubernur Muhidin
Dialog bahkan perdebatan terjadi antara massa aksi BEM se-Kalsel dengan Ketua DPRD Kalsel, H. Supian.
Situasi mulai tegang atau memanas, saat massa mendesak pimpinan dewan menandatangani poin tuntutan massa aksi, namun ditolak.
Penolakan terkait tuntutan massa yang meminta DPRD Kalsel memberhentikan Gubernur Muhidin jika masalah karhutla, BBM, hingga listrik padam tak kunjung beres dalam dua pekan ke depan.
"Semua poin tuntutan yang disampaikan bagus. Tapi terkait memberhentikan gubernur itu ada prosedur hukumnya tidak bisa serta merta diberhentikan," tegas Ketua DPRD Kalsel H Supian.
Diduga karena kesal, massa aksi mendesak masuk ke gedung perwakilan rakyat, namun dihadang polisi.
Kericuhan berupa saling dorong antara massa aksi dan polisi pun pecah.
Satu orang mahasiswa lemas hingga harus digotong ke luar lokasi saling dorong dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans polisi.
Saat dimasukkan ambulans, mahasiswa terlihat berbaring lemas. (wartabanjar.com)