Mahasiswa-Polisi Saling Dorong, BEM Se-Kalsel Tuntut DPRD Pecat Gubernur Muhidin
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Aksi demonstrasi digelar oleh massa Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan (BEM se-Kalsel) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel chaos, Kamis (20/08/2026) sore.
Massa aksi BEM se-Kalsel mendesak masuk ke dalam halaman gedung DPRD Provinsi. Aksi saling dorong pun terjadi antara massa aksi BEM se-Kalsel dengan puluhan anggota Polisi, yang sudah berjaga-jaga di gerbang pintu masuk DPRD Kalsel.
Aksi mahasiswa ini diduga karena tidak puas tuntutan mereka terkait penyelesaian segera oleh Pemerintah Daerah Kalsel, terhadap masalah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, antrian panjang Bahan Bakar Minyak BBM, dan masalah listrik padam PLN, belum sepenuhnya terpenuhi.
"Kami menuntut pertanggungjawaban Gubernur Muhidin dan DPRD, serta seluruh pihak terkait untuk segera memebereskan masalah listrik padam, kebakaran hutan lahan, dan BBM," tuntur salah satu perwakilan massa.
Demonstrasi yang sempat chaos tesebut, terjadi setelah pihak DPRD dan perwakilan otoritas terkait menolak menandatangani poin tuntutan massa aksi BEM se-Kalsel.
Baca Juga: BEM se-Kalsel Geruduk Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Ditutup
Baca Juga: 27 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin Selama Satu Bulan, Bakar Sampah Jadi Penyebab
"Tidak bisa kami tandatangani, utamanya terkait memberhentikan Gubernur Kalsel, karena hal itu ada prosedur hukumnya," kata Ketua DPRD Kalsel, H Supian.
Hingga berita ini ditulis, massa aksi BEM se-Kalsel belum membubarkan diri. (Wartabanjar.com)