WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Saat massa Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan (BEM se-Kalsel) berunjuk rasa di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin depan gedung DPRD provinsi, Kamis (20/8/2026), seorang perempuan menerobos kerumunan.

Ternyata dia pun menyuarakan kekesalannya terhadap kerap padamnya listrik PLN, termasuk di lingkungan tempat tinggalnya Jalan A Yani Kilometer 10 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Yanti Karmila (26) mengaku content creator dan penjual affiliate produk di Tiktok dengan nama Acil Mila.

Sering matinya listrik membuat perempuan yang mengenakan jaket biru muda dan helm hitam masih di kepala itu kerap terganggu saat bekerja.

Baca juga: Mahasiswa-Polisi Saling Dorong, BEM Se-Kalsel Tuntut DPRD Pecat Gubernur Muhidin

Baca juga:  BEM se-Kalsel Geruduk Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Ditutup

Sambil merekam dan menyiarkan aksinya menggunakan telepon seluler, Yanti mengungkapkan ketidakmampuan PLN, pemerintah dan dewan memastikan ketersediaan listik secara konsisten mengakibatkan penghasilannya menurun.

Padahal semua kebutuhan ekonomi keluarga sangat bergantung dengan pekerjaan online Yanti.

"Kami di dunia online, penghasilan kami semuanya dari situ. Andai lampu mati kami tidak bisa berjualan, penghasilan tidak ada," ungkapnya. 

Ia mengaku ingin sekali berbicara di tengah massa aksi unjuk rasa BEM se-Kalsel karena tidak puas atau kecewa atas reaksi PLN yang lambat dalam mengatasi masalah listrik padam.

Demikian pula terhadap pemerintah termasuk Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPRD Kalsel. 

"Apabila listrik mati, saya tidak bisa berjualan secara live karena jaringan internet  terganggu. Lumayan ruginya sekitar Rp1,5 juta," ungkapnya.

Yanti berharap pemerintah daerah dan pihak PLN secepatnya memebereskan masalah kerap mati listrik di Kalsel.

Pasalnya, uang tabungannya kian menipis karena dipakai untuk kebutuhan ekonomi keluarganya.

"Kalau tidak dapat uang dari online karena mati lampu ya solusinya saya pakai tabungan. Tapi kalau mati terus tabungan ambil terus habislah. Semoga cepat lah pemerintah PLN selesaikan masalah," ungkapnya. (wartabanjar.com)