Soal Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Kalsel Beralasan Penyedotan BBM dari Tangki Perlu Waktu
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sebanyak 73 surat teguran dan pemberhentian suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bermasalah di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) telah dibuat PT. Pertamina Kalsel.
Hal ini diungkap Sales Branch Manager Kalsel 1, Wicaksono Ardi Nugroho saat demo Badan Eksekutif Mahasiswa Kalimantan Selatan (BEM se-Kalsel), Kamis (20/8/2026).
Dalam aksi unjuk rasa BEM se-Kalsel di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarbaru Banjarmasin tersebut, massa aksi mengkritisi beberapa isu publik, salah satunya soal antrean panjang pembelian BBM di SPBU.
Massa aksi yang merupakan mahasiswa menuntut Pemerintah dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan serta pihak Pertamina untuk segera menyelesaikan masalah antrean panjang tersebut.
Massa aksi mendesak agar instansi-instansi terkait tidak tinggal diam dan secepatnya mengambil langkah konkret.
Sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang pembelian BBM ke depannya.
Menanggapi tuntutan massa aksi BEM se-Kalsel tersebut, perwakilan pihak Pertamina Kalsel, Wicaksono Ardi Nugroho menjelaskan, pihaknya sudah mengambil tindakan tegas sesuai dengan ruang lingkup kewenangan sebagai pengawas.
Baca Juga Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit Pascabentrok dengan Polisi di Depan DPRD Kalsel
Baca Juga Jari Kasatlantas Polresta Palangka Raya Patah, Perwira Polsek Pahandut Diperiksa Polda Kalteng
Puluhan teguran dan pemberhentian suplai BBM ke SPBU-SPBU bermasalah pun sudah dilakukan sejak awal tahun hingga Agustus 2026.
"Dari awal tahun sampai dengan Agustus ini sudah kami terbitkan 73 surat teguran ataupun pemberhentian suplai ke SPBU di wilayah Kalimantan Selatan," ungkap Wicaksono.
Meski telah melakukan tindakan tegas, masalah antrean panjang pembelian BBM di SPBU-SPBU di wilayah Kalsel diakui Wicaksono masih kerap terjadi.
Hal tersebut, ungkap Wicaksono, dikarenakan sejumlah faktor salah satunya terkait lamanya masa penyedotan BBM dari tangki truk atau suction tangki.
"Pengawasan selama ini tetap kami lakukan, cuman kenapa masih antrean panjang BBM, sumber-sumbernya kan banyak," katanya.