Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Kaltim, Yulianus Henock Sumual, menegaskan aksi tersebut sama sekali tidak dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Ketua Umum Persatuan Dayak Kaltim ini meyatakan aksi itu merupakan bentuk protes atas ketidakadilan pembangunan yang dirasakan oleh daerah selama bertahun-tahun.

"Sebenarnya ini bukan karena orang Dayak ingin merdeka, ya. Tetapi tujuannya adalah menuntut ketidakadilan, wacananya ke sana," ujar Yulianus dalam sebuah keterangan, Rabu (19/8/2026).

Ia menyoroti bahwa setelah puluhan tahun Indonesia merdeka, porsi pembangunan dirasa masih kurang merata di berbagai wilayah luar Jawa.

Termasuk Pulau Kalimantan dan Sumatera, meskipun kekayaan sumber daya alamnya dikeruk secara besar-besaran. 

Menurutnya, kondisi infrastruktur seperti jalan yang masih rusak parah serta pemotongan anggaran dan penurunan APBD dari tahun ke tahun menjadi pemicu utama kekecewaan tersebut. (wartabanjar.com)