Ia juga mendorong pemerintah daerah lebih aktif menyerap aspirasi masyarakat lokal dan adat melalui APBD maupun Musrenbang.

“Kebutuhan terkait adat dan budaya juga perlu mendapat ruang, karena berbagai agenda budaya masyarakat Dayak berlangsung secara rutin setiap tahun,” ungkapnya.

Di sisi lain, posisi Kaltim sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam dinilai perlu mendapat perhatian lebih. 

Kontribusi besar daerah, kata Viktor, semestinya berjalan beriringan dengan pembangunan yang mampu dirasakan masyarakat hingga ke pelosok.

Ia kemudian menambahkan satu hal yang tak kalah penting, yakni komunikasi. Pemerintah diminta tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga mendengar langsung persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Fenomena Bendera Borneo Raya sendiri, lanjut Viktor, bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. 

Simbol tersebut sudah lama beredar di media sosial dan sebelumnya juga pernah muncul di sejumlah daerah di Kalimantan. 

Namun, pengibaran secara terbuka tahun ini membuatnya kembali menjadi perhatian luas.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, meminta pemerintah pusat melihat fenomena tersebut sebagai momentum untuk mendengar aspirasi dan persoalan yang dirasakan masyarakat di daerah.

Pemerintah, kata dia, perlu menggali persoalan yang melatarbelakangi munculnya simbol atau ekspresi tertentu di tengah masyarakat.

“Atas nama DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi PAN, saya mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Selama 81 tahun tentu banyak persoalan bangsa yang harus kita selesaikan,” ujar Zulfydar, Senin (17/8).

Zulfydar meminta pemerintah tidak berhenti pada perdebatan mengenai simbol. 

Menurut dia, hal yang lebih penting adalah memahami pesan atau persoalan yang hendak disampaikan masyarakat.

Sedang Gubernur Kalbar Ria Norsan, usai pemimpin Upacara HUT Ke-81 RI di halaman Kantor Gubernur, Senin, mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan jasa para pahlawan.

“Saya melihat sekarang ini bahwa rasa kebangsaan sudah mulai sedikit menipis. Kenapa? Karena di Papua sudah mengibarkan bendera Papua, di Aceh sudah mengibarkan bendera Aceh, di Kalimantan sudah mengibarkan bendera Borneo,” ujarnya.