Kisah Noril Lolos Paskibraka HST 2026, sang Ibu Tak Tahu Hingga Diberi Kabar Tetangga
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabar Muhammad Noril Azim lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Tahun 2026 menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Sakdiah.
Sakdiah merupakan ibu dari Noril, siswa kelas XI MAN 2 HST. Remaja kelahiran Oktober 2009 itu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, dan berasal dari Desa Mahang Matang Landung.
Sehari-hari, Sakdiah bekerja sebagai petani. Ia mengaku bangga sekaligus bahagia mengetahui putranya berhasil lolos dan mendapat kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka HST.
“Saya merasa bangga dan bahagia. Alhamdulillah, anak saya bisa ikut Paskibraka dan berhasil lolos. Saya bersyukur dia mendapat kesempatan seperti ini,” ujar Sakdiah saat ditemui wartabanjar.com di depan Pendopo Bupati HST, Minggu (16/08/2026).
Namun, ada cerita tersendiri di balik kelolosan Noril. Sakdiah ternyata tidak mengetahui sejak awal bahwa putranya mengikuti proses seleksi Paskibraka.
Yang ia tahu, Noril belakangan sering pulang malam setelah menjalani aktivitas di sekolah.
“Dia bilang kepada saya kalau sekolah sampai malam ‘Ma ulun sekolah sampai malam’. Kadang pulang sekitar pukul 8, bahkan sampai pukul 10 malam. Saya tidak tahu kalau dia ikut Paskibraka, sampai akhirnya ada tetangga yang memberitahukan,” tuturnya.
Baca Juga: 45 Paskibraka HST Dikukuhkan, Bupati Samsul Rizal Ingatkan Tugas Tak Berhenti Usai Upacara
Baca Juga: Ahmad Riduan Terpilih Aklamansi Pimpin Karang Taruna HST, Bawa Misi Perkuat Peran Pemuda
Noril rupanya memang tidak banyak bercerita kepada orang tuanya mengenai kegiatan yang sedang dijalaninya.
Karena itu, kabar bahwa dirinya lolos Paskibraka justru lebih dulu sampai kepada Sakdiah melalui seorang tetangga.
“Saya tidak tahu kalau dia ikut Paskibraka. Dia memang tidak banyak bercerita kepada kami sebagai orang tua. Saya malah tahu dari tetangga yang mengatakan, ‘Anak ikam umpat Paskib, Noril lolos.’ Saya sampai bertanya lagi, benar kah dia ikut Paskib?” cerita Sakdiah.