Warga Kubar Kaltim Santap Mentah-mentah Buaya Pengigit Pencari Ikan
WARTABANJAR.COM, SENDAWAR - Warga sekitar Sungai Telaus, Kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) harus hati-hati terhadap serangan balasa buaya.
Aksi balasan mungkin saja terjadi karena warga telah menyantap salah satu dari reptil sungai tersebut.
Ini dilakukan warga karena buaya tersebut menggigit salah satu dari pencari ikan di sungai Telaus.
Edi Susanto Sius menjadi korban gigitan buaya sepit (Tomistoma schlegelii) saat hendak memasang jaring ikan di sungai pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Baca juga: Begal Payudara di Kabupaten Banjar, Polisi Ungkap Kronologi Pelaku Beraksi di 7 Lokasi
Baca juga: Propam Polda Kaltim Selidiki Kasat Polresta Samarinda Terduga Hamili Warga
Kapolsek Damai Ipda Gery Purnomo, yang juga membawahi Nyuatan, menjelaskan kondisi Sungai Telaus saat kejadian sedang dangkal akibat kemarau panjang.
"Saat itu air lagi dangkal dan terjadi penyempitan sungai. Karena merasa terusik akhirnya diseranglah warga ini," kata Gery kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Insiden bermula ketika Edi bersama keluarga hendak mencari ikan.
Mereka melihat banyak ikan di sungai sehingga Edi pun turun ke sungai untuk memasang jaring.
"Saat turun ke sungai itulah ada hewan yang menggigit korban. Korban awalnya menyangka yang menggigit itu labi-labi atau kura-kura," ujar Gery.
Menyadari yang menggigit kakinya adalah seekor buaya, korban berusaha melawan menggunakan tangan kosong hingga akhirnya terlepas.
Akibat serangan itu, korban menderita luka sobek pada kaki serta patah tulang pada bagian pangkal tangan kanan.
Edi kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Permata Linggang Bingung untuk mendapatkan perawatan medis.
Mendapat informasi adanya warga yang diterkam buaya, warga sekitar pun geram dan beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian.
Tidak lama setelah penyerangan terhadap Edi, buaya yang masih berada di sekitar sungai tersebut akhirnya ditangkap warga.
Warga menangkapnya berramai-ramai dan mengikatnya.
Buaya dengan ciri moncong panjang tersebut kemudian ditarik ke daratan.