Begal Payudara di Kabupaten Banjar, Polisi Ungkap Kronologi Pelaku Beraksi di 7 Lokasi
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Polisi mengungkap kronologi aksi pelecehan seksual yang dilakukan pelaku begal payudara yang sebelumnya mengaku beraksi di tujuh lokasi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kronologi tersebut merupakan salah satu perkara yang ditangani polisi, yakni aksi di Jalan Veteran, di depan bengkel 24 motor Painting, Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura.
Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 18.49 Wita.
“Awalnya korban merasa diikuti oleh pelaku dari depan Lapas Pintu Air Tanjung Rema,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Alfian menambahkan, setibanya di lokasi kejadian kondisi jalan sedang macet. Korban kemudian melihat pelaku dari kaca spion sebelum mendekat dari sisi kanan.
Pelaku berusaha melakukan pelecehan terhadap korban. Namun, korban berhasil menghindar sehingga upaya tersebut tidak berhasil.
Baca Juga Begal Payudara di Kabupaten Banjar Ngaku Penasaran, Satu Ditangkap Satu Lagi Diburu
Baca Juga Begal Payudara Kembali Terjadi di Martapura Kabupaten Banjar, Santriwati Makin Waswas Melintas
“Ketika di TKP saat itu dalam keadaan macet, korban melihat dari kaca spion terlapor tiba-tiba dari arah samping sebelah kanan berusaha memegang payudara korban dan tidak berhasil karena korban berhasil menghindar,” ungkapnya.
Alfian melanjutkan, setelah upaya tersebut gagal, pelaku kembali melakukan pelecehan terhadap korban sebelum memutar sepeda motornya dan melarikan diri dari lokasi.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan korban bersama para saksi ke Polsek Martapura.
Menurut Alfian, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh Unit Resmob Polres Banjar bersama Unit Reskrim Polsek Martapura.
“Setelah dilakukan penyelidikan, pada hari Kamis tanggal 13 Agustus 2026 sekitar pukul 21.30 Wita pelaku berhasil diamankan,” jelasnya.
Pelaku yang diketahui berinisial T (28) kemudian dibawa ke Polsek Martapura untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Alfian mengatakan, pemeriksaan masih dilakukan untuk mendalami perkara tersebut, termasuk memastikan rangkaian kejadian yang berkaitan dengan pelaku.
“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami perkara tersebut, termasuk memastikan rangkaian kejadian yang berkaitan dengan pelaku,” tandasnya.