Begal Payudara Kembali Terjadi di Martapura Kabupaten Banjar, Santriwati Makin Waswas Melintas
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan kembali terjadi di kawasan Cindai Alus–Sungai Sipai, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kejadian tersebut disebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) pagi, saat seorang perempuan melintas di kawasan simpang tiga turunan Ayong, tepatnya di sekitar Angkringan Pak Ji.
Informasi mengenai kejadian itu beredar di media sosial.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga korban, terduga pelaku disebut merupakan seorang pria berbadan tinggi dan berisi yang mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX berwarna hitam.
”Plat nomornya tidak sempat terlihat karena korban sudah sangat panik,” tulis informasi yang beredar di media sosial.
Kabar tersebut kembali membuat warga, khususnya perempuan dan santriwati yang kerap melintas di jalur Cindai Alus–Sungai Sipai, merasa khawatir.
Seorang santriwati yang merespons kabar tersebut mengaku semakin waswas beraktivitas sendirian, terutama pada pagi hari.
”Kira sudah aman dan tidak ada lagi kejadian, ternyata ada lagi korban baru. Sekarang benar-benar takut dan waswas kalau harus bepergian atau keluar rumah sendirian,” tambahnya.
Baca Juga 564 Peserta Ikuti Festival Balogo di Tabalong, Jadi Ajang Lestarikan Permainan Tradisional
Baca Juga Data Sementara Kebakaran Jalan Kelayan B Banjarmasin Hanguskan 5 Bangunan
Sebelumnya, dugaan aksi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Sungai Sipai dan menjadi perhatian masyarakat.
Berulangnya informasi mengenai kejadian tersebut membuat warga berharap adanya peningkatan pengawasan di jalur yang dianggap rawan.
Sementara itu, Kepala UPTD PPA Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner mengaku kaget setelah mendengar adanya informasi dugaan kasus terbaru tersebut.
”Informasi ini akan segera kami tindak lanjuti untuk koordinasi serta langkah pendampingan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026) sore.
Sementara itu, informasi mengenai kejadian terbaru tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian untuk memastikan kronologi dan status penanganan kasus.
Warga berharap pengawasan di kawasan Cindai Alus hingga Sungai Sipai dapat ditingkatkan sehingga aktivitas masyarakat, khususnya perempuan dan santriwati, dapat berlangsung dengan aman. (wartabanjar.com)