Konsep Digitalisasi Turut Diusung Pemkab Tanah Bumbu di Kalsel Expo 2026
"Supaya kita menggambarkan bahwa wilayah Tanah Bumbu merupakan wilayah yang serba maju. Tanah Bumbu juga dikenal dengan banyak sekali perusahaan tambang dan perusahaan investasi lainnya seperti PT Jhonlin Agro Raya. Diharapkan dengan branding Tanah Bumbu ini masyarakat lebih mudah mengakses kawasan-kawasan dan kawasan investasi di Kabupaten Tanah Bumbu," ujarnya.
Pada gelaran tahun ini, Pemkab Tanah Bumbu tidak hanya membawa produk UMKM dan kerajinan, tetapi juga memperkenalkan potensi pariwisata, perikanan, industri dan investasi melalui pendekatan digital.
Kalsel Expo 2026 sendiri menghadirkan 325 stan, termasuk 100 stan khusus pelaku UMKM. Kegiatan berlangsung hingga 18 Agustus 2026 dengan jam operasional mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan expo sebagai ruang untuk mempertemukan produk, kreativitas, investasi, dunia usaha dan peluang kerja sama.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, sertifikasi dan standardisasi agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Bagi Tanah Bumbu, keikutsertaan dalam Kalsel Expo 2026 menjadi momentum memperkenalkan potensi daerah dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.
Melalui barcode informasi, QRIS dan videotron, Pemkab Tanah Bumbu menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi juga menjadi sarana untuk membuka akses informasi, memperluas promosi UMKM, memperkenalkan destinasi wisata serta menyampaikan peluang investasi kepada masyarakat dan calon investor.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat branding Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah yang terus bergerak menuju ekosistem pelayanan, promosi dan informasi berbasis digital. (Wartabanjar.com/*)