Data Sementara Belasan Orang Meninggal, Korban Gempa NTT Terus Bertambah
WARTABANJAR.COM, KUPANG - Korban meninggal akibat gempa bumi besar Magnitudo 7 (M7) di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan mencapai puluhan orang.
Pasalnya, hingga Sabtu (15/8/2026) siang dilaporkan sudah sebanyak 17 orang yang meninggal di Kabupaten Manggarai Timur, belum wilayah lain di NTT.
Data 17 orang meninggal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri.
"Mereka dari Kecamatan Borong, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, dan Sambi Rampas," katanya.
Seperti dilansir Kompas.com, jumlah korban tewas tersebut masih merupakan data sementara.
"Pendataan masih berlangsung. Beberapa korban juga masih diidenfikasi identitasnya," katanya.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka karena banyaknya bangunan yang ambruk jauh lebih banyak.
"Fasilitas yang rusak di antaranya tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan bank. Ada juga rumah warga yang rusak dan menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," kata Iptu Ahmad Zacky Shodri.
Baca Juga: Flores Back Arc Thrust Jadi Penyebab Gempa Bumi Besar M7 di NTT, Ini Penjelasannya
Baca Juga: Warga Berlarian ke Bukit, Gempa M7 Disusul Tsunami di NTT Goyang Sulsel
belumnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, berdasarkan laporan sementara, ada dua korban meninggal dari Kabupaten Sikka dan tiga lainnya dari Kabupaten Manggarai.
Gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 7 bukan kali pertama terjadi di NTT.
Pada 12 Desember 1992 silam pernah terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 7,5 dengan pusat gempa sekitar 35 kilometer di sebelah utara Maumere.
Pasca gempa, bencana disusul dengan terjangan tsunami dengan ketinggian hinga 25 meter.
Organisasi nirlaba, Mercy Corps, menyebut 2.500 orang meninggal akibat gempa saat itu.
Sementara, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) merilis 2.000 orang yang meninggal.
Lain lagi data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika) yang menyebut 1.500 orang. (wartabanjar.com/berbagai sumber)