Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Kalsel Capai 2,9 Meter
WARTABANJAR.COM - Peringatan dibu banjir rob di pesisir Kalimantan Selatan yang berlaku mulai 27 September sampai 3 Oktober 2026.
Banjir rob disebabkan karena adanya fase bulan purnama pada 26 September 2026.
Fase bulan purnama ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan.
Masyarakat pesisir pantai dimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob).
Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Kotabaru pada 27 September sampai 3 Oktober pukul 18.00 -22.00 WITA dengan ketinggian maksimun mencapai 2.9 meter.
Baca Juga Identitas 5 Jenazah Korban Musibah Kapal Virgo Kembali Terungkap, 1 Lansia Asal Jawa Timur
Baca Juga Kualitas Udara di Banjarmasin Berbahaya, DLH Kalsel Imbau Warga Tidak Keluar Rumah
Wilayah berpotensi terdampak:
Pesisir Perairan Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Hal ini berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.
Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim.
Jenis banjir ini sering terjadi di kawasan pesisir dan biasanya bersifat berkala, namun dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen karena faktor lingkungan dan perubahan iklim.
Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, rob berasal langsung dari air laut. Berikut penyebab banjir rob :
a. Pasang Laut (Tidal Flooding)
Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.
b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut