China Targetkan Matahari Buatan Mereka Akan ‘Bersinar’ di 2030
Harga material yang sebelumnya sekitar 400 yuan (sekitar Rp1,05 juta) per meter, kini disebut hanya sekitar 100 yuan (kira-kira Rp265.000) saja per meternya.
Sebagai gambaran, magnet ini dibuat menyerupai huruf D dengan panjang mencapai 21 meter, lebar 12 meter, serta tinggi 3,3 meter.
Dibandingkan dengan desain sebelumnya, ukuran magnet ini juga jauh lebih besar dalam hal berat, dimensi, dan kapasitas penyimpanan energi.
Bobot satu kumparan magnet kini mencapai sekitar 580 ton, naik dari sekitar 350 ton.
Kapasitas penyimpanan energinya pun jauh lebih besar sehingga mampu mendukung reaktor fusi dengan tingkat energi yang lebih tinggi.
Ke depan, sebanyak 16 magnet serupa akan dirakit bersama untuk membentuk medan magnet toroidal utuh dengan kekuatan mencapai 6,5 tesla di pusat reaktor.
Peneliti ASIPP, Wu Yu, menjelaskan bahwa magnet ini berfungsi menjaga plasma tetap terkurung di dalam ruang vakum, sehingga tidak menabrak dinding reaktor.
Tanpa komponen ini, plasma akan langsung menyebar dan reaksi fusi tidak mungkin terjadi. Tanpa reaksi fusi, maka tidak ada panas dalam jumlah besar yang bisa diubah menjadi listrik.
Meski telah lolos seluruh pengujian laboratorium, Qin menegaskan proyek tersebut belum selesai. Menurut dia, keberhasilan tersebut baru mencakup sekitar "80 persen perjalanan".
Tahap berikutnya adalah memasang magnet ke dalam reaktor fusi, dan membuktikan bahwa komponen tersebut mampu bekerja stabil dalam jangka panjang di bawah kondisi operasi yang sangat ekstrem.
"Fusi nuklir tidak dapat disangkal merupakan salah satu teknologi yang paling sulit dikuasai," kata Qin.
"Namun setelah puluhan tahun kemajuan, kami akhirnya mulai melihat secercah harapan. Tujuan kita tetap tidak berubah: untuk mendemonstrasikan pembangkitan listrik pertama kami dari fusi nuklir sekitar tahun 2030," lanjut dia.
Jika target 2027 dan 2030 tersebut tercapai, China akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mampu mendemonstrasikan pembangkitan listrik menggunakan reaksi fusi nuklir.