WARTABANJAR.COM - MotoGP Inggris kembali mempertahankan ‘kutukannya’ sebagai salah satu seri paling sulit diprediksi. Kemenangan Raul Fernandez pada MotoGP Inggris 2026, membuat Silverstone kembali menghadirkan nama berbeda di podium tertinggi. 

Fernandez menjadi pebalap ke-12 berbeda yang memenangi 12 balapan MotoGP terakhir di Silverstone. 

Catatan unik tersebut sudah berlangsung sejak Jorge Lorenzo menjadi pemenang pada musim 2013. 

Artinya, dalam lebih dari satu dekade terakhir, tidak ada satu pun pebalap yang mampu memenangi MotoGP Inggris dua kali dalam rentang balapan tersebut.

Catatan ini semakin menarik, karena Silverstone tetap menghasilkan pemenang berbeda meski MotoGP melewati beberapa era dominasi pebalap maupun pabrikan.

Rangkaian tersebut dimulai dari Jorge Lorenzo bersama Yamaha pada 2013. Setahun kemudian giliran Marc Marquez bersama Honda, disusul Valentino Rossi pada 2015.

MotoGP Inggris 2018 tidak masuk dalam hitungan, karena balapan dibatalkan akibat kondisi lintasan dan hujan deras. 

Baca Juga: Veda Ega Finish Posisi 9 Moto3 Inggris 2026, Quiles Masuk RS, Hakim Danish Crash

Baca Juga: Malam Ini Veda Ega Finish Berapa? Simak Jadwal Delay Live Trans7 Moto3 Inggris 2026

Ketika balapan kembali digelar pada 2019, Alex Rins memperpanjang tradisi tersebut lewat kemenangan dramatis atas Marc Marquez dengan selisih hanya 0,013 detik. 

MotoGP Inggris kembali absen pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Setelah kembali ke Silverstone pada 2021, Fabio Quartararo menjadi pemenang berikutnya. 

Francesco Bagnaia kemudian menang pada 2022, dilanjutkan Aleix Espargaro pada 2023, dan Enea Bastianini pada 2024.

Tradisi pemenang berbeda belum berhenti pada 2025. Marco Bezzecchi membawa Aprilia memenangi MotoGP Inggris sekaligus menjadi pembalap ke-11 berbeda secara beruntun yang berjaya di Silverstone.

Kini, giliran Raul Fernandez yang meneruskan catatan tersebut pada 2026.

Catatan tersebut sekaligus menunjukkan karakter Silverstone yang unik. Trek cepat dan mengalir dengan kombinasi tikungan berbeda membuat keunggulan satu motor atau pembalap tidak selalu mudah dipertahankan dari musim ke musim.