Sambut Kunjungan Pendamping Menteri LH, Bupati Tanah Laut Paparkan Potensi Daerah
Sejarah interaksi tersebut melahirkan struktur masyarakat heterogen yang dihuni etnis Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, hingga Bali, dengan tingkat toleransi serta kebersamaan yang tinggi.
Ia juga menjabarkan filosofi sebutan "Bumi Tuntung Pandang" yang melekat pada Kabupaten Tanah Laut sebagai ajakan untuk membangun daerah secara berkesinambungan.
"Bumi Tuntung Pandang itu kalau artinya Ibu Alya, Tuntung itu selesai Pandang itu memandang. Tapi bukan itu artinya sebenarnya. Artinya itu menatap ke depan tidak ada habisnya sampai istilahnya tuh sampai habis lah. Jadi menatap sampai habis tapi bentuk suatu keabadian dan kedamaian," jelas Rahmat.
Sementara itu, Alia Jumhur Hidayat mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Selain agenda peninjauan bentang alam dan pesisir pantai, rombongan dijadwalkan mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lokal untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah serta memberikan apresiasi kepada para pekerja lapangan.
"Dan juga kita dari situ kita ke pantai, katanya. Kita ke pantai untuk melihat keindahan laut, ya. Keindahan laut Tanah Laut. Dan akan diajak jalan-jalan ke TPA juga, kita melihat bagaimana kondisi TPA di Tanah Laut dan juga memberikan sedikit kenang-kenangan untuk para pekerja TPA di sana," ungkap Alia.
Melalui agenda kunjungan kerja dan peninjauan lapangan ini, Pemkab Tanah Laut berharap mendapat perhatian serta dorongan sarana-prasarana dari Kementerian Lingkungan Hidup agar pengelolaan TPA dan lingkungan hidup di daerah dapat berjalan semakin optimal. (Wartabanjar.com/*).