Lima Pemuda HST Kembangkan Bahuma.id, Bawa Teknologi Digital ke Lahan Pertanian
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Lima pemuda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, membawa teknologi digital ke sektor pertanian melalui Bahuma.id, platform yang dirancang untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk berdasarkan kondisi lahan.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam ajang Murakata Innovation Award 2026, yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) HST.
Ketua Tim Bahuma.id, Muhammad Hidayatullah, mengatakan inovasi itu dikembangkan untuk mendorong pertanian yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan.
“Bahuma.id merupakan platform untuk analisis lahan pertanian dan kesehatan tanaman berbasis teknologi Soil Station, untuk mendukung pertanian berkelanjutan rendah karbon di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” kata Hidayatullah di Barabai, Sabtu (08/08/2026).
Tim Bahuma.id terdiri atas Muhammad Hidayatullah, Muliyadi Saputra, Novie Ahdiyat, Muhammad Zuhdi Rajibi, dan Leo Saputra.
Kelimanya memiliki latar belakang keilmuan berbeda, namun memiliki perhatian yang sama terhadap pengembangan sektor pertanian.
Gagasan Bahuma.id berangkat dari persoalan efisiensi usaha tani. Hidayatullah menyebut sekitar 85 persen petani masih menentukan dosis pupuk berdasarkan perkiraan tanpa dukungan data ilmiah.
Baca Juga: Ratikita.id HST Masuk 7 Besar Nominator Kalpataru 2026, KLH Dorong Perluas Gerakan ke Desa
Baca Juga: Bupati Samsul Rizal Lepas 49 Pramuka HST ke Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur
Kondisi tersebut dinilai membuat penggunaan pupuk kurang efisien. Bahkan, sekitar 50 persen kandungan pupuk disebut berpotensi terbuang sia-sia.
“Hal ini berakibat menurunkan Nilai Tukar Petani (NTP), mendegradasi lahan, serta menyumbang emisi karbon secara masif,” jelasnya.
Bahuma.id mencoba menjawab persoalan tersebut dengan menghadirkan teknologi Soil Station.
Perangkat ini dilengkapi sensor untuk membaca kondisi tanah, termasuk kadar unsur hara Nitrogen, Fosfor, Kalium serta tingkat keasaman atau pH.
Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI) pada server cloud.
Hasil pengolahan tersebut digunakan untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan, yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan tanaman.
“Data tersebut diolah algoritma AI pada server cloud untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan yang spesifik, akurat dan adaptif,” ujarnya.