WARTABANJAR.COM - Sebuah sekolah di Amerika Serikat berencana menghadirkan robot humanoid berbasis AI ke ruang kelas, namun niat tersebut terpaksa ditunda setelah memicu kontroversi. 

Penundaan dilakukan menyusul kekhawatiran dari otoritas pendidikan, guru, hingga warga setempat terkait perlindungan data siswa. 

Dewan Salamanca City Central School District, sebelumnya menyetujui pembelian robot AI bernama "Sally" dari perusahaan Realbotix dengan nilai hampir 60.000 dollar AS (sekitar Rp 1 miliar). 

Robot berambut panjang tersebut rencananya akan digunakan sebagai alat bantu pembelajaran bagi siswa sekolah menengah atas, yang mempelajari bidang robotika dan teknologi. 

Kepala Sekolah Salamanca City Central School District, Mark Beehler, mengatakan Sally dirancang untuk membantu siswa memahami berbagai materi teknis.

"Misalnya jika siswa kesulitan memprogram papan Arduino atau bahkan belum tahu apa itu Arduino, mereka bisa bertanya kepada Sally," ujar Beehler. 

Menurut Beehler, Sally juga dapat membantu siswa mempelajari cara perawatan robot, pembaruan sistem, hingga proses pemecahan masalah. 

Baca Juga: WhatsApp Web Calling untuk Video Call Grup dan Share Screen ala Zoom

Baca Juga: Prancis Larang Anak di Bawah Usia 15 Tahun Bermedia Sosial

Namun, setelah rencana itu diketahui publik, muncul gelombang penolakan dari masyarakat. Salah satu kekhawatiran terbesar yaitu soal keamanan data pribadi siswa yang akan berinteraksi dengan robot tersebut.

Selain itu, serikat guru New York State United Teachers (NYSUT) juga menyoroti afiliasi pengembang Sally, Realbotix, dengan Intima yang memiliki saham di produsen boneka dan robot dewasa berbasis AI. 

"Robot yang dibuat oleh perusahaan yang berhubungan dengan boneka dewasa tidak memiliki tempat di ruang kelas," kata Presiden NYSUT, Melinda Person. 

Akibat protes tersebut, proyek uji coba Sally "mengajar" di sekolah ditunda sementara waktu.

Pihak sekolah menyatakan saat ini mereka masih menyusun perjanjian perlindungan data siswa yang lebih ketat bersama otoritas pendidikan New York, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.