Robot AI Tuai Kritik saat Mau Mengajar di Sekolah Amerika Serikat
Komisioner Pendidikan Negara Bagian New York, Betty Rosa, juga mempertanyakan peran robot tersebut di lingkungan sekolah.
Dalam surat yang dikirim kepada pihak distrik, Rosa menyoroti adanya penyebutan Sally sebagai "platform tutor", meski sebelumnya sekolah menyatakan robot itu tidak akan digunakan untuk mengajar secara langsung.
Ia juga meminta penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme perlindungan data dan keamanan informasi siswa.
Di sisi lain, serikat guru menilai penggunaan robot AI berpotensi menjadi langkah awal untuk menggantikan peran guru di masa depan.
"Anak-anak tidak membutuhkan robot. Mereka membutuhkan hubungan nyata dengan orang dewasa yang peduli," ujar Melinda Person seperti dikutip Kompas.com.
Menanggapi kritik tersebut, Beehler menegaskan bahwa Sally sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggantikan guru.
"Tidak mungkin robot bisa menggantikan manusia di sekolah. Mengajar adalah proses antarmanusia," katanya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari proyek pengenalan teknologi baru, yang juga mencakup asisten guru virtual berbasis AI, dan layanan bimbingan belajar dari rumah.
Menurut Beehler, Realbotix dipilih karena robotnya telah mendukung kurikulum WozEd yang dikembangkan salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, dan sudah digunakan di sekolah tersebut.
Pihak sekolah juga memastikan Sally tidak akan merekam audio maupun video, tidak mengumpulkan data pribadi siswa, serta tidak mengirimkan data ke server Realbotix.
Seluruh data robot akan disimpan secara lokal, sementara sistemnya telah diprogram agar tidak membahas topik sensitif.
Robot itu juga tidak memiliki akses ke internet publik, ataupun layanan AI generatif tanpa pengawasan.
Realbotix membantah anggapan bahwa Sally merupakan boneka dewasa yang dimodifikasi.
Perusahaan menyebut robot tersebut merupakan produk baru yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan pendidikan.
Menurut Realbotix, perusahaan mereka dan Intima beroperasi secara terpisah meski berada di bawah kelompok yang sama.
Keduanya disebut memiliki manajemen, karyawan, fasilitas produksi, hingga strategi bisnis yang berbeda, tanpa ada tumpang tindih produk.