WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan hingga akhir Juli 2026 mencapai 621 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat, hingga 30 Juli 2026 telah terjadi 89 kejadian karhutla. 

Dari total luasan lahan yang terbakar, lebih dari separuh berada di Kecamatan Landasan Ulin.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid, mengatakan Kecamatan Landasan Ulin menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar.

”Dari 621 hektare lahan yang terbakar, wilayah Kecamatan Landasan Ulin yang paling luas terdampak dengan luasan sekitar 322 hektare,” ujarnya, Jumat (31/7/2026). 

Meski kobaran api beberapa kali mendekati kawasan permukiman, hingga kini belum ada laporan rumah warga yang terdampak kebakaran.

Baca Juga Penemuan Mayat di Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Jenis Kelamin Pria

Baca Juga Ombudsman Desak PT PLN Beri Kompensasi Warga Kalsel Terdampak Pemadaman

”Ya sering. Tapi sampai saat ini belum ada laporan ada rumah yang terdampak. Semoga saja jangan sampai kejadian,” ungkapnya.

Harun menambahkan, proses pemadaman di lapangan pun masih menghadapi tantangan, terutama sulitnya akses menuju titik api serta terbatasnya sumber air.

”Kendalanya akses menuju titik api yang sering kali sulit. Sumber air yang terbatas juga menjadi hambatan saat proses pemadaman,” ucapnya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun membakar sampah dengan cara dibakar, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu meluasnya kebakaran.

”Jangan membakar sampah dan lahan. Masih banyak cara yang lebih bersahabat dengan alam dalam upaya mengelola sampah dan membuka lahan dibandingkan dengan cara dibakar,” pungkasnya. (wartabanjar.com)