“Kami akan terus mengawal lima tuntutan ini. Kalau sampai batas waktu yang kami minta belum ada penyelesaian, tentu kami akan kembali menyampaikan aspirasi,” katanya.

Unjuk rasa berlangsung tertib hingga dialog antara perwakilan mahasiswa dengan PLN selesai dilaksanakan.

Menanggapi aksi tersebut, Manager PLN UP3 Barabai, Izbet Alighorky, mengapresiasi mahasiswa karena aksi berlangsung tertib dan damai.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Kami mengapresiasi aksi damai dari mahasiswa HMI dan PMII yang menyampaikan aspirasi masyarakat. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya atas pemadaman bergilir yang masih dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Izbet menjelaskan pemadaman bergilir terjadi karena pasokan daya listrik belum mampu memenuhi kebutuhan beban sistem setelah tiga pembangkit yang terhubung dalam jaringan interkoneksi Kalimantan mengalami gangguan.

Menurutnya, salah satu pembangkit kini telah kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman mulai berkurang.

“Sebelumnya durasi pemadaman bisa mencapai lima sampai enam jam. Saat ini sudah turun menjadi sekitar tiga sampai empat jam. Kami berharap pada awal Agustus kondisi sistem dapat kembali normal,” katanya.

PLN, lanjut Izbet, akan mempelajari seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan berupaya menindaklanjutinya sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Usai berdialog, mahasiswa menyerahkan petisi berisi lima tuntutan kepada pihak PLN dan menempelkannya di depan Kantor PLN UP3 Barabai.

Mereka menegaskan akan terus mengawal realisasi tuntutan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila persoalan pemadaman listrik belum juga terselesaikan sesuai tenggat yang mereka sampaikan. (wartabanjar.com)