"Dalam empat atau lima tahun terakhir saya menerima beberapa tawaran dari klub, tetapi semuanya saya tolak karena hanya ada satu pekerjaan yang saya inginkan setelah meninggalkan Real Madrid, yaitu melatih Timnas Prancis," ujar Zidane.

Menurutnya, menjadi pelatih Les Bleus merupakan kelanjutan dari mimpi yang telah dibangun sejak lama.

Mantan pelatih Real Madrid itu merasa terhormat dipercaya memimpin tim yang pernah dibelanya sebagai pemain, dan dia berjanji akan memberikan kemampuan terbaik agar Prancis terus meraih prestasi.

"Saya merasa terhormat dipercaya menangani tim ini. Saya akan memberikan segalanya agar Prancis terus memenangkan banyak pertandingan dan meraih gelar," katanya.

Zidane juga menegaskan, dia belum ingin berbicara terlalu banyak mengenai gaya bermain yang akan diterapkan.

Fokus utamanya saat ini adalah mengenal para pemain, menyampaikan filosofi permainan, dan membangun fondasi tim sebelum memulai agenda kompetitif.

"Sekarang saya harus bertemu para pemain, menjelaskan rencana permainan, lalu bekerja bersama mereka. Setelah itu tugas saya adalah memastikan tim ini terus meraih kemenangan," jelasnya.

Mantan gelandang Juventus dan Real Madrid itu dijadwalkan menjalani laga perdana sebagai pelatih Prancis, saat menghadapi Turki di UEFA Nations League pada 25 September 2026.

Setelah itu, Les Bleus akan menghadapi Belgia dan Italia dalam rangkaian pertandingan internasional berikutnya.

Zidane pun mengaku sudah menandai empat pertandingan awal tersebut sebagai fokus utama.

Baginya, perjalanan baru bersama Timnas Prancis dimulai dari sana, dengan target mengembalikan Les Bleus menjadi salah satu kekuatan terbaik di sepak bola dunia. (Wartabanjar.com)