WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pemadaman bergilir listrik yang dilakukan PLN Kalselteng kembali membuat masyarakat bertanya, apa sebenarnya penyebabnya.
Pasalnya, beberapa waktu lalu, PLN pernah menyatakan pertengahan Juli 2026, kondisi perlistrikan di Kalselteng akan normal.
Untuk pemadaman bergilir kali ini, PLN beralasan ada pembangkit yang rusak di generator PLTU Asam Asam, Tanah Laut.
Kerusakan juga terjadi pada 2 pipa boiler di Independen Power Producer (IPP) di Murung Raya, Kalteng.
Untuk memastikan kerusakan di PLTU Asam Asam, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalsel, Brigjen Pol Sentot Adi Darmawan, S.I.K., M.H mewakili Forkompimda melakukan pengecekan langsung di lokasi.
Kemudian di depan generator yang rusak, Kabinda melakukan video call dengan Gubernur Kalsel H Muhidin yang didampingi Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.
Pada video call ini juga, Muhidin juga berkomunikasi dengan Senior Manager Unit Bisnis Pembangkitan (UPB) Asam Asam, Fajar Pamujianto.
Baca Juga: 5.000 Ayam Mati Saat Listrik Padam di HST Dikubur Massal, Peternak Rugi Rp250 Juta
Baca Juga: Didemo Pemuda Kalsel, PLN Banjarmasin Janji Aliran Listrik Pulih Sepenuhnya Awal September 2026
Selain melaporkan kerusakan yang terjadi, Fajar juga menyatakan target PLN untuk tidak ada lagi pemadaman bergilir di Kalsel mulai 25 Agustus 2026.
Ia juga mengatakan pemerintah bersama PLN memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di Kalimantan Selatan kini dalam kondisi aman.







