5.000 Ayam Mati Saat Listrik Padam di HST Dikubur Massal, Peternak Rugi Rp250 Juta
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Lebih dari 5.000 bangkai ayam pedaging dikubur massal di sekitar kandang close house milik peternak Saipul Hadi di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Ribuan ternak mati saat terjadi pemadaman listrik berkepanjangan. Peristiwa yang terjadi dua hari menjelang panen itu menyebabkan peternak mengalami kerugian sekitar Rp250 juta.
Sedikitnya lebih dari 5.000 ekor ayam diduga mati setelah sistem ventilasi di dalam kandang berhenti bekerja saat pasokan listrik padam selama lebih dari lima jam pada Jumat (24/7/2026).
Penjaga kandang, Marlin, mengatakan proses menguburkan bangkai ayam dilakukan sejak sore hingga dini hari untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menghindari bau menyengat.
“Ayam yang mati langsung kami kuburkan di sekitar lokasi kandang. Kalau dibiarkan terlalu lama, baunya akan menyengat dan bisa mengganggu lingkungan,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga Empat Warga HST Terjangkit Malaria, Seluruhnya Tertular Saat Bekerja di Daerah Endemis
Menurut Marlin, kandang tersebut sebelumnya dihuni sekitar 8.000 ekor ayam pedaging berusia 29 hari yang dijadwalkan dipanen pada Minggu (26/7/2026).
Namun dua hari sebelum panen, ribuan ayam mati akibat suhu kandang meningkat drastis ketika aliran listrik terputus.
Ia menjelaskan, peternak sebenarnya telah menyiapkan generator sebagai sumber listrik cadangan.
Namun alat tersebut mengalami kerusakan setelah terlalu sering digunakan selama masa pemadaman bergilir sehingga tidak mampu menghidupkan seluruh sistem blower.
“Generator memang ada, tapi rusak karena terlalu sering dipakai saat listrik bergilir. Akhirnya blower tidak bisa bekerja maksimal. Ibarat manusia tidak bisa bernapas, ayam juga tidak kuat bertahan,” ujarnya.
Saat listrik padam, sebagian pekerja tengah melaksanakan Salat Jumat. Setelah menerima kabar kondisi kandang memburuk, mereka berupaya menyelamatkan ternak dengan membuka akses udara dan mengeluarkan sebagian ayam dari dalam kandang agar mendapatkan sirkulasi udara.
Namun upaya tersebut tidak mampu menekan angka kematian.