Didemo Pemuda Kalsel, PLN Banjarmasin Janji Aliran Listrik Pulih Sepenuhnya Awal September 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Di hadapan aktivis Pemuda Kalimantan Selatan, Selasa (28/07/2026), perwakilan PT PLN Banjarmasin menyatakan pihaknya segera menyelesaikan masalah kerap padamnya listrik di kota ini.
Aliran listrik dijanjikan berangsur-angsur membaik, hingga pulih sepenuhnya pada awal September 2026.
Dalam dialog dengan pengunjuk rasa dari Pemuda Kalsel di depan kantor PLN Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Asisten Manager Pemasaran Hendi dan Asisten Manager Transaksi Energi Akhyar menyampaikan janji tersebut.
Menurut mereka, saat ini terjadi defisit antara konsumsi warga dengan kapasitas kelistrikan PLN, yang membuat layanan listrik tidak maksimal.
"Pemakaian masyarakat jauh di atas kemampuan PLN. Normalisasi akan dilakukan secara bertahap," kata Akhyar.
Perwakilan PLN Banjarmasin ini pun membeberkan langkah pemulihan yang akan dilakukan, yakni dengan pengadaan pembangkit listrik pada akhir Juli hingga akhir Agustus 2026.
"Nanti tanggal 30 Juli akan masuk satu pembangkit, nanti tanggal 5 Agustus masuk kembali satu pembangkit kami. Nantinya 29 Agustus masuk lagi pembangkit kami. Setelah semua masuk, insya Allah di awal September sistem kelistrikan di Kalsel bisa pulih penuh," ungkap Hendi.
Baca Juga: Pemuda Kalsel Demo PLN Banjarmasin, Korban Pemadaman Listrik Tuntut Kompensasi
Baca Juga: DPRD HST Soroti Pemadaman Listrik, Kasus 5.000 Ayam Mati Jadi Alarm Pelayanan PLN
Terkait detail defisit antara konsumsi warga masyarakat dengan kapasitas kelistrikan PLN yang dimaksud, kedua perwakilan PLN Kota Banjarmasin tersebut menerangkan bahwa untuk wilayah Kalsel seluruhnya defisit sekitar 170 Megawatt.
Sementara itu, untuk Kota Banjarmasin defisit sebanyak 30 Megawatt.
Adapun mengenai kerugian warga masyarakat yang terdampak listrik padam, PLN menegaskan akan mendata para pelanggan yang terdampak, kemudian dilakukan pengkajian yang mana jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PLN akan memberikan kompensasi berupa pemotongan biaya beban dengan nominal yang berbeda-beda, dan penambahan kode token untuk pelanggan pulsa. (wartabanjar.com/Yohanes).