WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Indonesia memiliki banyak hutan sebagai salah satu sumber kekayaan alamnya.
Sayang, kebakaran sering terjadi pada hutan dan lahan yang hampir telah menjadi langganan setiap tahun.
Di Kalimantan Selatan pun, sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau yang biasanya sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sejumlah daerah sudah melaporkan adanya kejadian karhutla beberapa waktu belakangan ini.
Perlu diketahui apa saja faktor penyebabnya serta cara menanggulanginya.
Kebakaran hutan dan lahan gambut bisa terjadi karena faktor alam, seperti sambaran petir yang mengenai pohon kemudian apinya menyebar menimbulkan kebakaran, namun sering kali kebakaran itu juga terjadi akibat ulah manusia.
Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan pembakaran hutan demi tujuan dan kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi sekitar.
Kebakaran hutan dan lahan berdampak buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.
Hewan-hewan harus kehilangan tempat tinggal dan tak sedikit yang mati karena ikut terbakar.
Tanaman-tanaman yang bisa sebagai bahan obat pun ikut musnah.
Makhluk hidup yang tinggal di sekitar hutan harus menghirup asap berbahaya bagi kesehatan, jarak pandang terbatas yang berisiko terjadi kecelakaan di jalan, serta aktivitas jadi terhambat dan berdampak pada perekonomian.
Membutuhkan waktu tidak sebentar untuk bisa memadamkan hutan yang terbakar.
Sadar akan pentingnya menjaga hutan dan lahan demi kelangsungan hidup bersama, minimal kita harus memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan kembali yang telah merugikan banyak pihak.







