WARTABANJAR.COM, KERTAKHANYAR - Tangis Sulistia Rahmawati tak terbendung saat pemakaman Muhammad Ibnu Rizky (19) di kawasan Jalan Pemajatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (25/7/2026) malam.

Perempuan itu tak kuasa menahan tangis mengingat putra sulungnya itu telah menyelamatkan dua adiknya ketika rumah mereka ambruk.

Rizky meninggal dunia dalam tragedi ambruknya tiga rumah di Jalan Tembikar Kanan Kompleks Fadillah Perdana 5 RT 11, Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

Sembari terisak, Sulistia mengungkapkan "kepergian" Rizky yang saat kejadian sedang memandikan dua adiknya yang masih balita di kamar mandi.

Tidak lama, bangunan roboh dalam hitungan detik.

Bagian kamar mandi menjadi lokasi yang paling parah tertimbun material bangunan.

Di tengah kondisi terjepit reruntuhan material, Rizky berusaha keras menyelamatkan kedua adiknya.

"Posisinya, Rizky terjepit reruntuhan dan hanya bisa menyodorkan adiknya menggunakan kaki agar bisa kami jangkau," ujar Sulistia.

Baca Juga: Jadi Korban Rumah Ambruk di Tembikar Kanan Kabupaten Banjar, Regina Sekeluarga Putuskan Pindah ke Martapura

Baca Juga: Seorang Ibu Tak Tahu Putranya Sudah Meninggal, Ia Ngobrol dengan “Kloning” AI

Satu balita berhasil diselamatkan lebih dahulu.

Sementara Rizky bersama seorang adiknya masih terjebak di bawah reruntuhan rumah yang berdiri di atas lahan rawa.

Sulistia mengaku sempat berusaha menarik tubuh putranya.

Namun material bangunan yang menghimpit membuat usahanya tidak berhasil.

Rizky menjadi korban terakhir yang berhasil dievakuasi.

Menurut keluarga, hasil visum menunjukkan mahasiswa tersebut mengalami keretakan pada bagian kepala serta luka akibat tubuhnya terjepit reruntuhan.

"Kepala hingga punggungnya sempat terjepit. Makanya hanya bisa menggunakan kaki untuk menyelamatkan adiknya," kata paman korban, Ibnu.

Di tengah duka kehilangan putra sulungnya, satu anak Sulistia lainnya dalam kondisi kritis di RSUD Ulin Banjarmasin.

Keluarga mengungkapkan rumah tersebut baru ditempati sekira setahun melalui sistem oper kredit.

Selama tinggal di sana, getaran bangunan disebut sudah beberapa kali dirasakan saat kendaraan melintas.

Paman korban, Ibnu, menambahkan lantai rumah juga beberapa kali diperbaiki.