WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN - Muhammad Afdal (31), seorang guru SD di Balikpapan, Kaltim, tidak hanya merasakan sakit akibat penganiayaan.

Ia juga mengalami trauma yang lebih lama penyembuhannya dibanding luka-luka atau memar akibat pukulan dan tendangan.

Ya, Muhammad Afdal beberapa hari lalu menjadi korban penganiayaan sejumlah orang di Jalan Lapangan Tembak Lambada, Balikpapan Timur, Kaltim.

Video pengeroyokan berdasar rekaman CCTV di jalan tersebut sempat viral di medsos.

Tragisnya, tiga orang di antara pengeroyok itu diduga siswa salah satu SMA di Balikpapan.

Selain ketiganya, juga ada paman dari salah seorang siswa SMA itu yang ikut melakukan penganiayaan.

Penyebabnya, Afdal menegur seorang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah sedang merokok.

Baca Juga: Tragedi Rizky Selamatkan Kedua Adiknya dari Timbunan Rumah Ambruk di Tembikar Kanan Banjar

Baca Juga: Misteri Kematian Pangeran Arab Saudi, Pengadilan Sebut Akibat Campuran Alkohol dan “Obat Pesta”

Menurut Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusen, kejadian itu berawal saat korban melintas di Jalan Mulawarman dan melihat seorang pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah mengendarai sepeda motor sambil merokok.

"Korban lantas mendekati dan menegur agar tidak merokok saat menggunakan seragam sekolah. Teguran tersebut tampaknya tidak diterima oleh siswa yang bersangkutan," kata Chusen, Sabtu (25/7/2026).

Saat ditegur, siswa tersebut bahkan disebut langsung menantang Afdal berkelahi.

Menghindari keributan, Afdal memilih meninggalkan lokasi.

Namun, korban kepergiannya diikuti siswa itu bahkan kemudian dating pula dua siswa lain dan paman salah satu siswa tersebut.

Karena diikuti, Afdal berhenti dan berusaha menyelesaikan masalah secara baik.

"Korban juga menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran dan tidak pernah memukul siswa tersebut," kata Chusen.

Ternyata, siswa yang ditegur tadi mengaku kepada keluarga dan teman-temannya telah dipukul oleh Afdal.

Keriutan tak terelakkan sehingga terjadi pengeroyokan.

Akibatnya, Afdal mengalami luka dan memar akibat pukulan dan tendangan para pengeroyoknya.

Usai pengeroyokan itu, ia melapor ke Polsek Balikpapan Timur.