WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Kabupaten Tanah Laut, memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat relatif aman dan harganya cenderung stabil, pada periode pemantauan pertengahan Juli 2026, Selasa (21/07/2026).
​Berdasarkan data pemantauan Diskumdag Tanah Laut, perbandingan tanggal 13 dan 20 Juli 2026, mayoritas komoditas pangan bertahan di harga tetap.
Komoditas gula pasir putih stabil di harga Rp18.500/kg, minyak goreng MinyakITA Rp15.700/liter, dan kemasan Rp23.000/kg, tepung terigu Bogasari Rp13.000/kg, serta varian daging sapi segar berada di Rp150.000/kg.
Kelompok ikan segar seperti nila (Rp45.000/kg), tongkol (Rp40.000/kg), dan haruan (Rp80.000/kg), juga terpantau tidak mengalami perubahan.
​Sementara penurunan harga terjadi pada telur ayam ras dari Rp27.000 menjadi Rp25.000/kg, serta kelompok cabai seperti cabai merah besar, keriting, dan rawit taji yang kompak turun dari Rp60.000 menjadi Rp55.000/kg, dan rawit tiung turun drastis dari Rp80.000 menjadi Rp55.000/kg.
Adapun kenaikan harga teridentifikasi pada daging ayam ras dari Rp29.500 menjadi Rp30.000/kg, ayam kampung dari Rp85.000 menjadi Rp100.000/kg, serta sayuran seperti wortel (naik dari Rp17.000 ke Rp20.000/kg) dan kentang (naik dari Rp20.000 ke Rp22.000/kg).







