Teknologi yang diperkenalkan sejak 2019 tersebut dirancang untuk mengambil alih penuh kendali pesawat, dan melakukan pendaratan aman jika pilot tidak mampu mengendalikan pesawat.

Sistem Autoland menentukan bandara tujuan secara otomatis dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti panjang landasan, jarak, kondisi bahan bakar, serta parameter keselamatan lainnya.

Keberhasilan pendaratan ini dinilai sebagai tonggak penting dalam pengembangan otomasi penerbangan, sekaligus menunjukkan potensi teknologi untuk meningkatkan keselamatan di sektor aviasi umum. (Wartabanjar.com)