Perjalanan belajarnya tidak selalu mudah. Berkali-kali ia mencoba mengirimkan laporan, namun baru kali ini temuannya dinyatakan valid.
“Dapat apresiasi berupa sertifikat,” katanya singkat.
Selain mempelajari keamanan siber, Ibrahim juga sempat belajar membuat game sebagai bagian dari proses memahami dunia pemrograman.
Sang ayah, Aminuddin Salas, menjelaskan putranya mulai belajar coding sebelum serius mendalami cybersecurity pada awal 2026.
Menurutnya, bug yang ditemukan Ibrahim merupakan jenis broken link hijacking, yakni kerentanan yang muncul ketika sebuah situs masih mengarah ke layanan atau domain yang sudah tidak lagi digunakan sehingga berpotensi diambil alih pihak lain.
Jika dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, celah seperti ini dapat digunakan untuk menyisipkan konten berbahaya atau melakukan serangan terhadap pengguna.
“Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir dua bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu,” ujar Aminuddin.
Apa Itu Vulnerability Disclosure Policy?
Vulnerability Disclosure Policy (VDP) merupakan program yang disediakan banyak organisasi besar, termasuk NASA, untuk menerima laporan dari peneliti keamanan yang menemukan kerentanan pada sistem mereka.







