Program Literasi Nasional Terganggu, Perpusnas Stop Kirim Buku ke Daerah, "Tidak Ada Uangnya"
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Upaya meningkatkan kesadaran ber-literasi di berbagai daerah terancam terganggu.
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menghentikan program literasi nasional berupa pengiriman buku bacaan ke daerah.
Tak hanya itu, pengiriman buku ke taman bacaan masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan dan puskesmas juga distop.
Penghentian ini dilakukan Perpusnas karena tidak ada lagi dana untuk mendukung program tersebut.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kepala Perpusnas E. Aminudin Azis kondisi ketiadaan dana itu merupakan dampak pemangkasan anggaran.
"Dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu," kata Aminudin dikutip dari TV Parlemen, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Tabalong Jadi yang Pertama di Kalsel Layani Uji KIR Kendaraan Listrik, Tiga Bus Listrik Sudah Diuji
Baca Juga: Kalsel Minta Dukungan BNPB Atasi Karhutla, Usulkan Modifikasi Cuaca dan Water Bombing
Diungkapkan Aminudin, pada 2024-2025 Perpusnas menjalankan program bantuan buku untuk berbagai lokasi layanan masyarakat, di berbagai daerah.
Setiap lokasi penerima mendapatkan sekira 1.000 buku.
Program tersebut mendapat apresiasi positif, terutama masyarakat di daerah.
Namun, program tersebut terpaksa dihentikan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.
"Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," kata Aminudin.
Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang memadai, program memperkuat akses bacaan di daerah sulit diwujudkan.
Aminudin mengatakan pada 2025 Perpusnas mendapatkan anggaran lebih dari Rp 721,6 miliar.
Anggaran itu, juga sempat diblokir Rp 132 miliar sehingga anggaran yang bisa dipakai hanya Rp 589,5 miliar.
"Nah, sepanjang tahun 2025 itu kami mendistribusikan anggaran itu ke unit-unit kerja, lalu terealisasi anggaran sebesar Rp 583,2 miliar dan ini setara dengan 98,93 persen," ujarnya. (wartabanjar.com/sud)