Pada Maret lalu, OnePlus juga dikabarkan akan mengurangi kehadirannya di pasar global.
Kemudian pada April 2026, muncul laporan sejumlah petinggi OnePlus di Eropa dan Inggris meninggalkan perusahaan.
Saat itu, OnePlus mengatakan sedang mengevaluasi peta jalan regional dan strategi produknya di kawasan tersebut.
Belum lama ini, juga beredar laporan bahwa Oppo akan menyatukan sistem operasi seluruh mereknya di bawah ColorOS.
Jika terealisasi, OxygenOS milik OnePlus disebut akan dipensiunkan sebagai bagian dari konsolidasi bisnis.
Menurut laporan WinFuture yang dikutip sejumlah media, OnePlus disebut akan tetap dipertahankan di China dan India, tetapi posisinya lebih sebagai lini produk di bawah Oppo dibandingkan merek global yang berdiri sendiri.
Belum diketahui apakah keputusan tersebut juga akan memengaruhi peluncuran perangkat OnePlus di pasar lain, termasuk Asia Tenggara.
OnePlus didirikan pada 2013 dan mulai dikenal luas setelah meluncurkan OnePlus One pada 2014 dengan slogan “Never Settle”.
Saat itu perusahaan menawarkan spesifikasi kelas flagship dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pesaing seperti Samsung dan Apple. (Wartabanjar.com)







