WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Granat nanas buatan 1916 ditemukan warga di pinggiran sungai Desa Aranio, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Senin (13/07/2026), telah dievakuasi dan dimusnahkan Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Selatan.

Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor mengingatkan masyarakat tidak menangani sendiri apabila menemukan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak, seperti granat peninggalan masa perang kemerdekaan itu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan atau mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Jangan panik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/07/2026).

Alfian turut menjelaskan langkah yang perlu dilakukan masyarakat, apabila menemukan benda yang diduga berbahaya.

“Kalau ada yang menemukan benda berbahaya, silakan langsung laporkan ke kepolisian terdekat,” katanya.

Setelah laporan diterima, penanganan akan dikoordinasikan dengan personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus.

“Nanti pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Brimob Polda Kalimantan Selatan untuk penanganan selanjutnya,” jelasnya.

Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga saat beraktivitas di sekitar pinggiran sungai Desa Aranio.

Baca Juga: Warga Aranio Kabupaten Banjar Temukan Granat Nanas Peninggalan Perang Kemerdekaan

Baca Juga: Viral Ancaman “Bapistol” di Jalan Pramuka Banjarmasin Berakhir Damai, Mengaku Bawa Airsoft Gun

Menerima laporan tersebut, anggota piket Polsek Aranio mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, memasang garis polisi dan mengamankan area sekitar.

Hasil identifikasi Tim Jibom memastikan benda yang ditemukan warga, merupakan granat tangan jenis granat nanas buatan 1916 peninggalan masa perang kemerdekaan.

Granat selanjutnya dievakuasi ke lokasi yang aman dan jauh dari permukiman, warga sebelum dimusnahkan sesuai prosedur penanganan bahan peledak.

Polres Banjar menegaskan penanganan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak, harus diserahkan kepada petugas yang memiliki kemampuan serta peralatan khusus.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tutup Alfian. (wartabanjar.com/Ikhsan)