Keputusan SK Hynix dinilai cukup unik, mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat menekankan pentingnya pendidikan formal.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi/OECD), ada sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25-34 tahun telah menempuh pendidikan tinggi.

Namun, OECD juga mencatat tingginya angka pengangguran usia muda di negara tersebut.

Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, bisnis SK Hynix tengah tumbuh pesat karena melonjaknya permintaan chip AI. Perusahaan merekrut lebih dari 2.000 karyawan sepanjang 2025 lalu. (Wartabanjar.com)