WARTABANJAR.COM - Kalau di Indonesia gelar sarjana atau ijazah S1 sekarang sudah menjadi syarat umum untuk melamar kerja, namun syarat itu tak berlaku lagi di perusahaan chip kenamaan asal Korea Selatan, SK Hynix.

Orang-orang bisa melamar kerja di perusahaan ini tanpa ijazah S1, karena SK Hynix baru-baru ini mengumumkan menghapus persyaratan gelar sarjana dalam proses perekrutan karyawan baru.

Perusahaan tersebut kini lebih mengutamakan kemampuan kerja, pengalaman, dan potensi kandidat, dibandingkan latar belakang pendidikan formal.

Menurut salah satu petinggi, perusahaan saat ini semakin ketat bersaing untuk mendapatkan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan baru tersebut mulai diterapkan pada pembukaan rekrutmen terbaru yang dibuka pada pekan lalu.

Dalam pengumuman lowongan, SK Hynix menghapus syarat yang sebelumnya mewajibkan pelamar memiliki gelar sarjana (S1) atau lebih tinggi.

Dengan perubahan kebijakan ini, siapa pun yang dinilai memiliki kompetensi, pengalaman, serta kecocokan dengan budaya kerja perusahaan, dapat melamar dan berpeluang direkrut.

Baca Juga: Beli Rumah Rakitan dari China, Sehari Selesai Dibangun

Baca Juga: Aksi Robot Humanoid Ambil Alih Kerja Buruh Pabrik di China, Disiarkan Live 64 Jam

"Dalam lingkungan AI yang berubah dengan cepat, daya saing talenta masa depan sulit diukur melalui gelar tertentu atau kredensial standar," ujar salah satu petinggi SK Hynix, dikutip Korea Herald.

SK Hynix menyatakan, kebijakan tersebut juga akan diterapkan pada seluruh proses perekrutan di masa mendatang.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor AI.

SK Hynix sendiri merupakan salah satu produsen utama chip High Bandwidth Memory (HBM), komponen memori berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendukung akselerator AI buatan Nvidia.

Selain itu, perusahaan juga berencana merekrut ratusan karyawan baru untuk mengisi berbagai posisi strategis, termasuk pengembangan dan desain chip generasi berikutnya.

Kebijakan ini juga sejalan dengan visi Chairman SK Group, Chey Tae won, mengenai karakter talenta masa depan.