Produsen di China menawarkan berbagai model, mulai dari tiny house, rumah kontainer lipat, kabin futuristis berbentuk kapsul luar angkasa, hingga vila modular.

Mayoritas model ini diklaim cukup kokoh untuk digunakan sebagai hunian hingga 50 tahun.

Minat yang meningkat ini juga terlihat dari tren pencarian di internet.

Data dari perusahaan intelijen pasar ShelfTrend menunjukkan kata kunci "Tiny House" mencatat lebih dari 450.000 pencarian per bulan di AS, "modular homes" lebih dari 201.000 pencarian, dan "prefab homes" melampaui 165.000 pencarian setiap bulannya.

Tren ini turut membuka peluang pasar global bagi produsen China.

Serena He, pendiri Luban Cabin (perusahaan rumah prefab berbasis di Linyi, Provinsi Shandong), mengatakan permintaan terhadap rumah modular buatannya terus meningkat, terutama dari pasar yang butuh akomodasi fleksibel dan hemat biaya.

Produk-produk Luban Cabin banyak dipakai untuk hunian glamping di Australia dan Selandia Baru, wisata gurun di Timur Tengah, proyek resor di Asia Tenggara, hingga homestay di beberapa negara Eropa.

Menurut He, satu unit rumah modular bisa dipasang dalam satu hingga dua hari saja, sementara proyek lebih besar seperti kawasan glamping bisa rampung dalam sekitar empat pekan. (Wartabanjar.com)