Presiden Agibot untuk kawasan Eropa dan Amerika, William Shi, sempat mengatakan bahwa perusahaan menargetkan robot humanoid untuk mengambil alih pekerjaan yang berbahaya, membosankan, dan dilakukan secara berulang oleh manusia.

Meski demikian, robot-robot humanoid Agibot, termasuk Agibot G2 yang dipakai di pabrik Longcheer Technology di Nanchang, China, saat ini belum sepenuhnya bekerja secara mandiri.

Agibot menyebut, sistem mereka masih menggabungkan AI dengan pengawasan manusia, sembari terus meningkatkan kemampuan otonomi robot untuk penggunaan di masa depan.

Adapun keberhasilan demonstrasi ini menjadi salah satu pencapaian terbaru ,dalam ambisi China mengembangkan robot humanoid untuk kebutuhan industri. (Wartabanjar.com)