• Demam tinggi (≥38°C)
  • Kejang
  • Sulit dibangunkan atau bicara kacau
  • Sesak napas atau nyeri dada berat
  • Pembengkakan wajah/leher saat berbaring
  • Muntah atau batuk darah
  • BAB berdarah atau hitam seperti kopi
  • Urin berwarna merah atau gelap pekat
  • Kelemahan mendadak pada tangan/kaki

Cara Mengatasi Efek Samping Umum

1. Mual dan Muntah

  • Berikan obat anti-mual sesuai resep dokter
  • Sajikan makanan ringan dan tidak berlemak
  • Hindari makanan berbau tajam
  • Pastikan anak tidak berperut kosong
  • Jaga suasana tenang dan nyaman

2. Kelelahan

  • Biarkan anak cukup istirahat
  • Hindari aktivitas berlebihan
  • Ajak anak melakukan aktivitas ringan (mewarnai, membaca)
  • Penuhi kebutuhan gizi dan cairan

3. Dehidrasi

  • Ciri dehidrasi: mulut kering, BAK jarang, urin gelap
  • Berikan air putih sedikit demi sedikit tetapi sering (misalnya setiap 15–30 menit).
  • Bisa juga diberikan oralit, jus encer, air kelapa, atau sup bening jika anak tidak muntah.
  • Hindari minuman bersoda, terlalu manis, atau berkafein.
  • Berikan makanan tinggi cairan : Sup, bubur encer, buah-buahan seperti semangka, jeruk, atau melon dapat membantu menambah cairan tubuh.

4. Infeksi

  • Cuci tangan rutin dengan sabun
  • Jaga lingkungan tetap bersih
  • Hindari kerumunan/orang sakit
  • Pastikan makanan matang sempurna
  • Jangan berbagi mainan atau alat makan

Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak

  • Pantau dan catat gejala anak setiap hari
  • Laporkan semua efek samping ke tim medis
  • Jangan menurunkan dosis atau menghentikan obat tanpa izin dokter
  • Berikan dukungan emosional, peluk dan dengarkan anak
  • Jadwalkan waktu bermain dan waktu tenang
  • Libatkan anak dalam aktivitas sesuai kemampuan agar tetap merasa “normal”

Kesehatan Mental Anak dan Keluarga

Efek samping tidak hanya dirasakan secara fisik, tapi juga secara emosional. Anak mungkin merasa:

  • Takut atau cemas
  • Marah
  • Bingung
  • Tidak nyaman dengan perubahan tubuh

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?

  • Validasi perasaan anak (“Bunda tahu kamu lagi gak nyaman…”)
  • Ajak bicara secara terbuka sesuai usianya
  • Libatkan psikolog anak bila perlu
  • Cari dukungan komunitas atau kelompok sebaya