Rabbanaghfir lî wa liwâlidayya wa lil-mu’minîna yauma yaqûmul-ḫisâb
Artinya:
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”
6. Doa Mohon Kelapangan Dada dan Kemudahan Urusan
Doa yang pernah dibaca Nabi Musa AS ketika menghadapi tugas berat berdakwah–terkandung dalam QS. Taha 25 hingga 28.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي…
Rabbi-shrah li sadri. Wa yassir li amri. Wahlul ‘uqdatan min lisani. Yafqahu qawli.
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.”
7. Doa Mohon Kelimpahan Rezeki
Kita dapat memohon kelimpahan rezeki dengan QS. Al-Maidah Ayat 114 dengan makna yang bagus sekali seperti berikut.
رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Rabbana anzil ‘alaina ma’idatam minas-sama’i takunu lana ‘idan li-awwalina wa akhirina wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur-raziqin.
Artinya:
“Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”







